side bar

******WEB-BLOG KELAS 6 SDN 1 KARANGSENTUL ********VISI : UNGGUL DALAM PRESTASI, DISIPLIN, TAULADAN DALAM BERTINGKAH LAKU DAN BERAKHLAK MULIA *********TETAP SEMANGAT BELAJAR ***********2021-2022.

Kamis, 02 September 2021

Lanjutan Materi Tematik Kelas 6 Tema 2: Persatuan dalam Perbedaan Subtema 2: Bekerja Sama Mencapai Tujuan

Karangsentul ,   2 September 2021
Oleh : Bpk Sugiyanto, S.Pd.SD

Materi IPA 

Cara Hewan Menyesuaikan Diri dengan Lingkungannya

Setiap hewan mempunyai kemampuan berbeda-beda dalam menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Penyesuaian diri ini berguna untuk memperoleh makanan. Selain itu juga untuk mempertahankan diri dari musuhnya. 

Penyesuaian/Adaptasi Hewan untuk Memperoleh Makanan

Hewan membutuhkan makanan agar tetap hidup. Setiap jenis hewan memiliki cara tersendiri dalam memperoleh makanan. Makhluk hidup menggunakan alat-alat tubuhnya untuk memperoleh makanan.

1. Burung

Setiap jenis burung makanannya berbeda-beda. Ada yang berupa cairan madu (nektar), biji-bijian, atau daging. Oleh karena itu, bentuk paruh setiap jenis burung juga berbeda-beda.

a. Burung Pipit

Burung pipit mempunyai paruh pendek dan kuat

Burung pipit mempunyai paruh pendek dan kuat. Bentuk paruh ini sesuai untuk memakan jenis biji-bijian. Paruh ini berfungsi menghancurkan biji tersebut.

b. Burung Elang

Burung elang mempunyai paruh kuat, tajam,
dan ujungnya melengkung


Burung elang mempunyai paruh kuat, tajam, dan melengkung bagian ujungnya. Paruh seperti ini sesuai untuk mencabik mangsanya.

c. Bebek

Bebek mempunyai paruh berbentuk seperti sudu

Bebek mempunyai paruh yang berbentuk seperti sudu. Bentuk paruh seperti ini sesuai untuk mencari makanan di tempat becek, berlumpur, atau di air.

d. Burung Pelatuk

Burung pelatuk mempunyai paruh
 yang panjang, kuat, dan runcing


Burung pelatuk mempunyai paruh yang panjang, kuat, dan runcing. Paruh burung pelatuk untuk mencari serangga yang bersembunyi di balik pohon, dalam lubang pohon, atau pada batang pohon yang lapuk.

e. Burung Kolibri

Burung kolibri mempunyai paruh
berbentuk panjang dan runcing

Burung kolibri mempunyai paruh berbentuk panjang dan runcing. Bentuk paruh seperti itu memudahkan burung kolibri mengisap nektar.

f. Burung Pelikan

Burung pelikan mempunyai paruh berkantong

Burung pelikan mempunyai paruh berkantong. Paruh demikian memudahkannya untuk menangkap ikan dalam air.


Selain bentuk paruh, kaki pada berbagai burung juga mempunyai bentuk bermacam-macam. Berbagai bentuk kaki burung merupakan salah satu bentuk penyesuaian terhadap cara memperoleh makanan. 

Variasi bentuk kaki juga dapat ditemui pada burung dan unggas. Selain dipengaruhi oleh jenis makanannya, bentuk kaki burung juga dipengaruhi oleh tempat hidupnya.

a. Kaki Burung Elang

Kaki burung elang
bentuknya kokoh dan memiliki kuku tajam

Kaki burung pemakan daging bentuknya kokoh dan memiliki kuku tajam. Fungsinya adalah untuk mencengkeram mangsa dan merobek makanan.

b. Kaki Ayam

Ayam memiliki cakar dengan tiga jari menghadap ke depan
dan satu jari menghadap ke belakang.

Burung pengais memiliki cakar dengan tiga jari menghadap ke depan dan satu jari menghadap ke belakang. Bentuk kaki tersebut digunakan untuk mengais atau menggali tanah dalam mencari makanan. Kaki ayam juga dilengkapi jalu yang digunakan untuk menyerang musuh.

c. Kaki Burung Pelikan

Burung pelikan memiliki kaki yang berselaput

Jenis burung pemakan ikan (perenang) biasanya memiliki kaki yang berselaput. Kaki jenis ini berguna untuk berenang atau berjalan di lingkungan yang berlumpur. 

d. Kaki Burung Pelatuk dan Burung Kakatua

Burung pelatuk memiliki dua jari kaki menghadap ke depan
dan dua jari lainnya menghadap ke belakang dengan kuku yang tajam

Jenis burung pemakan serangga seperti burung pelatuk, memiliki dua jari kaki menghadap ke depan dan dua jari lainnya menghadap ke belakang dengan kuku yang tajam. Struktur kaki tersebut digunakan untuk memanjat pohon ketika mencari serangga.

e. Kaki Burung Pipit

Burung pipit memiliki kaki dengan tiga jari menghadap ke depan
 dan satu jari menghadap ke belakang
dengan ukuran jari yang ramping dan agak runcing

Burung pipit memiliki kaki dengan tiga jari menghadap ke depan dan satu jari menghadap ke belakang dengan ukuran jari yang ramping dan agak runcing. Struktur kaki tersebut digunaak untuk bertengger. 


2. Serangga

Serangga mempunyai cara khusus untuk memeroleh makanan. Misalnya, mulut kupu-kupu mempunyai alat pengisap (probosis). Oleh karena itu, mulutnya dinamakan mulut pengisap. Kupu-kupu menggunakan mulut ini untuk mengisap sari madu (nektar) pada bunga. Bentuk alat pengisap itu menyerupai belalai yang dapat digulung dan dijulurkan.

Kupu-kupu mempunyai mulut pengisap

Nyamuk mempunyai bentuk mulut penusuk dan pengisap. Mulut ini dapat mengisap makanan berupa darah manusia atau hewan. Mulut nyamuk berbentuk tabung panjang dan tajam (runcing). Bentuk mulut seperti ini untuk menusuk kulit manusia atau hewan.

Nyamuk mempunyai bentuk mulut penusuk dan pengisap

Jangkrik mempunyai bentuk mulut penggigit dan pengunyah. Mulut ini mempunyai gigi-gigi kecil untuk mengunyah makanan yang berupa daun. 

Jangkrik mempunyai bentuk mulut penggigit dan pengunyah

Lalat rumah mempunyai alat penyerap pada mulutnya. Alat penyerap ini mirip spons (gabus). Alat ini untuk menyerap makanan terutama yang berupa cairan.

Lalat rumah mempunyai alat penyerap pada mulutnya


3. Unta

Unta hidup di daerah padang pasir yang kering, gersang, dan panas. Bentuk dan susunan tubuh unta sesuai dengan keadaan alam di padang pasir. Pada saat minum, unta mampu meneguk air dalam jumlah banyak. Air tersebut disimpan sebagai cairan tubuh.

Unta memiliki punuk

Unta memiliki punuk. Punuk unta berisi makanan cadangan. Makanan cadangan tersebut berupa lemak. Jika tidak memperoleh makanan, unta akan menggunakan makanan cadangan tersebut. Dengan demikian, unta dapat tetap hidup meskipun kekurangan makanan.


Penyesuaian Hewan untuk Melindungi Diri dari Musuh

Setiap jenis hewan selalu berusaha melindungi diri dari serangan musuhnya. Hampir semua jenis hewan memiliki bagian tubuh untuk melindungi diri. Selain itu, ada sebagian hewan melindungi diri dengan tingkah laku. 

1. Cecak dan Kadal

Cecak melindungi diri dengan autotomi

Cecak dan kadal memutuskan ekornya jika diserang oleh musuh. Tindakan hewan memutus bagian tubuhnya disebut autotomi. Hal ini dilakukan untuk mengelabui musuhnya. Bagian ekor yang putus dapat bergerak-gerak sehingga mengalihkan perhatian musuhnya. Saat itulah kadal atau cecak melarikan diri. Ekor yang telah putus pada hewan-hewan itu dapat tumbuh kembali.

2. Bunglon

Bunglon melindungi diri dengan mimikri

Bunglon dapat mengubah warna kulit sesuai dengan lingkungannya. Misalnya di daun yang berwarna hijau, bunglon berwarna hijau. Ketika berada di batang pohon berwarna cokelat, bunglon akan berubah menjadi cokelat. Tindakan hewan mengubah warna kulitnya saat melindungi diri dinamakan mimikri.

3. Kalajengking, Lebah, dan Kelabang

Kalajengking melindungi diri dengan
 menggunakan sengatnya yang beracun

Hewan-hewan ini menggunakan sengatnya untuk melindungi diri. Sengat tersebut dapat mengeluarkan zat beracun yang dapat melukai musuh atau pemangsanya.

4. Cumi-Cumi, Sotong, dan Gurita

Cumi-cumi melindungi diri dengan
mengeluarkan cairan seperti tinta

Cumi-cumi, sotong, dan gurita hidup di laut. Ketika diserang musuh, hewan-hewan ini mengeluarkan cairan hitam seperti tinta. Akibatnya air menjadi keruh. Saat itulah hewan-hewan ini segera melarikan diri.

5. Landak

Landak melindungi diri dengan kulit berduri

Landak mempunyai kulit berduri dan kaku. Saat menghadapi bahaya, landak mengembangkan durinya. Selain itu, landak juga berusaha membelakangi musuh. Dengan demikian, apabila musuhnya menyerang, tubuh musuh akan tertusuk duri. Walaupun duri landak ini tidak beracun, tetapi dapat membuat lawannya terluka.

6. Trenggiling dan Luing

Trenggiling melindungi diri dengan menggulungkan tubuhnya

Trenggiling dan luing akan menggulungkan tubuhnya jika mendapat gangguan dari luar. Trenggiling mempunyai kulit berupa sisik yang keras. Saat menggulung, bagian perutnya yang lunak akan terlindungi suatu perisai yang sangat keras. 

7. Belalang Daun

Belalang daun melindungi diri dengan
memiliki warna tubuh mirip daun


Belalang daun biasanya hinggap di dedaunan untuk mencari makanan. Tubuh belalang daun berwarna hijau mirip warna daun sehingga tersamarkan. Hal ini menyulitkan musuhnya untuk mengetahui keberadaan belalang tersebut.

8. Walang Sangit

Walang sangit melindungi diri dengan
mengeluarkan bau yang menyengat


Walang sangit merupakan hewan dalam kelompok serangga. Walang sangit hinggap di dedaunan untuk mencari makanan. Walang sangit dapat mengeluarkan bau yang sangat menyengat. Bau ini untuk mengusir musuhnya.

9. Kecoak, Musang, Kumbang, dan Ular Tidak Berbisa

Kecoa melindungi diri dengan berpura-pura mati

Hewan-hewan tersebut akan berpura-pura mati jika diserang oleh musuh. Hal ini dilakukan untuk mengelabui musuhnya. Jika musuhnya sudah pergi, hewan tersebut segera melarikan diri.

Demikian Materi Tematik kali ini.

TUGAS UNTUK HARI  INI,  2 SEPTEMBER 2021 

KERJAKAN DI BUKU TULISMU,  HASIL PEKERJAANMU DIFOTO, KIRIMKAN KE PAK GURU LEWAT JAPRI !

SOAL TIDAK USAH DITULIS HANYA JAWABANNYA SAJA.


1. Bagaimana cara menyesuaikan diri/adaptasi dalam memperoleh makanan hewan-hewan        berikut di bawah ini !
    - Bebek
    - Unta
2. Bagaimana cara penyesuaian hewan untuk melindungi diri dari musuh hewan-hewan             berikut di bawah ini !
    - Bunglon
    - Cumi-cumi
  
  










Kamis, 26 Agustus 2021

LANJUTAN MATERI Tematik Kelas 6 Tema 2: Persatuan dalam Perbedaan Subtema 2: Bekerja Sama Mencapai Tujuan

Karangsentul, 1 September 2021
Oleh : Bpk Sugiaynto, S.Pd.SD

Materi Bahasa Indonesia 

Kalimat Efektif

Kalimat efektif

Kamu dapat menuliskan kembali informasi penting yang terdapat di dalam teks untuk memudahkanmu mengingat kembali informasi yang sudah kamu temukan. Kamu dapat menuliskan kembali dalam bentuk kalimat efektif. Kalimat efektif adalah kalimat yang mengandung gagasan pembicara/penulis yang terdiri atas kata-kata yang mempunyai unsur SPOK.

Ciri-Ciri Kalimat Efektif

  1. -Memiliki unsur penting atau pokok (minimal unsur subjek dan predikat).
  2. -Menggunakan struktur bahasa yang tepat.
  3. -Memenuhi kaidah ejaan yang berlaku.
  4. -Menggunakan pilihan kata (diksi) yang tepat dan sesuai kebutuhan.
Perhatikan contoh berikut!

Ir. Soekarno, Moh. Hatta, dan Achmad Soebardjo merumuskan teks proklamasi di rumah Laksamana Maeda di Jalan Imam Bonjol Nomor 1.


Subjek : Ir. Soekarno, Moh. Hatta, dan Achmad Soebardjo
Predikat : merumuskan
Objek : teks proklamasi
Keterangan tempat : di rumah Laksamana Maeda di Jalan Imam Bonjol Nomor 1


SPOK

Subjek : merupakan pelaku atau tokoh.

Predikat: merupakan kata kerja atau aktivitas yang dilakukan pelaku atau tokoh.

Objek: merupakan kata benda

Keterangan: merupakan penjelasan yang dapat berupa tempat, waktu, dan suasana.


**************************------------------------------********************************

Demikian Materi Tematik kali ini.

TUGAS UNTUK HARI RABU 1 SEPTEMBER 2021 

KERJAKAN DI BUKU TULISMU,  HASIL PEKERJAANMU DIFOTO, KIRIMKAN KE PAK GURU LEWAT JAPRI !

SOAL TIDAK USAH DITULIS HANYA JAWABANNYA SAJA.


1. Apa yang dimaksud dengan kalimat efektif ?

2. Sebutkan ciri-ciri kalimat efektif !

3. Buatlah satu contoh kalimat yang mempunyai unsur SPOK !



Materi Tematik Kelas 6 Tema 2: Persatuan dalam Perbedaan Subtema 2: Bekerja Sama Mencapai Tujuan

Kamis, 26 Agustus 2021
Oleh : Bpk Sugiyanto, S.Pd.SD



Materi PPKn 

Pentingnya Menjaga Persatuan dalam Keberagaman

Pernahkah kamu melihat lomba panjat pinang? Lomba tersebut biasa diadakan pada perayaan HUT Kemerdekaan RI. Kita bisa belajar arti persatuan dari lomba panjat pinang. 

Lomba panjat pinang

Peserta lomba akan mendapatkan hadiah jika bisa mencapai puncak. Namun, untuk mencapainya tidak mudah. Batang pinang sangat licin karena dilumuri minyak oli. Peserta harus berjuang untuk mendapatkan hadiah. Ini berarti untuk mencapai tujuan diperlukan perjuangan. 

Peserta lomba dibagi dalam beberapa kelompok. Anggota kelompok belum tentu dari golongan yang sama. Mungkin suku, agama, pekerjaan, dan RT mereka berbeda-beda. Tetapi tujuan mereka sama, mencapai puncak dan mendapatkan hadiah. Bangsa Indonesia juga demikian. Bangsa Indonesia terdiri dari berbagai suku bangsa. Namun, bangsa Indonesia mempunyai tujuan yang sama. Tujuannya adalah menciptakan masyarakat adil dan makmur. 

Kelompok mana yang bisa memenangkan lomba panjat pinang? Biasanya kelompok yang bersatu dan bekerja sama. Mereka bersatu untuk mencapai puncak dan mendapatkan hadiah. Mereka bekerja sama dan mengatur peran. Dengan cara tersebut kelompok bisa mencapai puncak.

Dari sana kita bisa mengerti arti penting persatuan. Dengan persatuan kita bisa kuat. Dengan persatuan dan kerja sama kita bisa mencapai tujuan. Ini sesuai dengan peribahasa "Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh". Bangsa Indonesia juga bisa kuat dan jaya jika bersatu. Namun, jika tidak bersatu kita akan lemah.
Garuda Pancasila memuat semboyan Bhinneka Tunggal Ika

"Bhinneka Tunggal Ika". Ingat semboyan itu? Kita bisa menemukan semboyan itu di kaki burung Garuda Pancasila. Bhinneka Tunggal Ika adalah semboyan negara kita. Bhinneka Tunggal Ika berarti berbeda-beda tetapi tetap satu. Semboyan ini sesuai dengan keadaan bangsa Indonesia. Bangsa Indonesia terdiri dari berbagai suku bangsa. Akan tetapi, bangsa Indonesia merupakan satu kesatuan.


Kami Berbeda, Namun Kami Bekerja Sama

Afa dan teman-temannya bermain di halaman sekolah. Ada yang bermain lompat karet, kelereng, congkak, dan sebagian lagi ikut dalam permainan rangku alu.

Afa, Tatang, Salma, Maria, Wayan, dan Boni memilih ikut permainan rangku alu bersama beberapa teman lain. Mereka memang lebih suka dengan permainan olah tubuh di luar ruangan.
Permainan rangku alu

Baru beberapa hari yang lalu, teman baru mereka, Kamal yang memperkenalkan permainan ini. Kamal berasal dari Alor, Nusa Tenggara Timur. Permainan yang menggunakan tongkat bambu ini adalah permainan anak yang digemari di sana. Afa dan teman-teman di SD Negeri Tingkis senang sekali mengenal permainan baru ini. 

"Unik, seru, dan menantang!" kata mereka.

Perbedaan warna kulit, adat, kebiasaan, bahasa, atau agama tidak mereka anggap sebagai masalah. Semua akrab bermain bersama. Tidak ada yang saling mengejek. Mereka saling menghargai. Mereka saling menghormati perbedaan yang ada.

Afa dari Jawa Timur, Tatang berasal dari Jawa Barat, Salma berasal dari Medan, Maria asli Papua, Wayan berasal dari Bali, dan Boni dari Jakarta. Walaupun warna kulit mereka berbeda, mereka tidak saling mengejek. Mereka tetap bermain dengan rukun tanpa membeda-bedakan. Begitu juga dengan perbedaan agama. Meskipun Maria beragama Kristen dan Wayan beragama Hindu, mereka tetap saling menghormati.

Begitulah gambaran keseharian di SD Negeri Tingkis. Anak-anak tetap rukun, bekerja sama, dan bersatu, walaupun mereka berbeda-beda. Wawasan mereka semakin kaya karena mengenal adat dan bahasa daerah lain. Semakin kaya dengan bermain bersama aneka permainan tradisional.

Upaya-Upaya untuk Mewujudkan Persatuan dan Kesatuan

Istilah persatuan dan kesatuan berasal dari kata satu yang berarti utuh atau tidak terpecah-belah. Persatuan dapat diartikan sebagai perkumpulan dari berbagai komponen yang membentuk menjadi satu. Sedangkan kesatuan merupakan hasil perkumpulan tersebut yang telah menjadi satu dan utuh. Sehingga kesatuan erat hubungannya dengan keutuhan. Dengan demikian persatuan dan kesatuan mengandung arti bersatunya macam-macam corak yang beraneka ragam menjadi satu kebulatan yang utuh dan serasi.
Persatuan dan Kesatuan

Prinsip Persatuan dan Kesatuan

  1. -Membina keserasian, keselarasan, dan keseimbangan di berbagai lingkungan.
  2. -Saling mengasihi, membina, dan memberi antarsesama.
  3. -Tidak menonjolkan perbedaan tetapi mencari kesamaan.

Manfaat Membina Persatuan dan Kesatuan

  1. -Terwujudnya kehidupan yang serasi, selaras, dan seimbang.
  2. -Terciptanya suasana yang nyaman.
  3. -Terwujudnya sikap saling mencintai dan saling membantu.
  4. -Dapat mengatasi semua perbedaan yang ada dengan penuh kesadaran.
  5. -Pembangunan nasional akan berjalan lebih baik dan lancar.
  6. -Pelaksanaan gotong royong akan dapat berjalan lancar dan baik.

Perilaku yang Mencerminkan Perwujudan Persatuan dan Kesatuan

a. Di Lingkungan Keluarga

Persatuan dan Kesatuan dalam keluarga

  1. -Saling mencintai sesama anggota keluarga.
  2. -Mengakui keberadaan dan fungsi tiap-tiap anggota keluarga.
  3. -Mengembangkan sikap tenggang rasa dan tepa slira.
  4. -Tidak memaksakan kehendak orang lain.
  5. -Adanya keterbukaan antaranggota keluarga.

b. Di Lingkungan Sekolah

Belajar kelompok, wujud persatuan dan kesatuan di sekolah

  1. -Menaati tata tertib sekolah dan menjaga nama baik sekolah.
  2. -Bekerja secara bersama-sama membersihkan lingkungan sekolah.
  3. -Belajar secara kelompok untuk menyelesaikan tugas dengan baik.
  4. -Tidak mebeda-bedakan teman dari suku, budaya, atau golongan.
  5. -Membantu teman yang kesulitan memahami materi pelajaran.
  6. -Menengok teman sakit dengan mengunjunginya bersama-sama.

c. Di Lingkungan Masyarakat

Bakti sosial, wujud persatuan dan kesatuan di masyarakat

  1. -Hidup rukun dengan semangat kekeluargaan antarwarga masyarakat.
  2. -Setiap warga masyarakat menyelesaikan masalah sosial secara bersama-sama.
  3. -Bergaul dengan sesama warga masyarakat dengan tidak membeda-bedakan suku, agama, ras, ataupun aliran.
  4. -Menggunakan bahasa Indonesia secara baik dan benar dalam bergaul antarsuku bangsa.
  5. -Mengadakan bakti sosial di lingkungan masyarakat.

*********************************************------------------------------*******************************************

Demikian Materi Tematik kali ini.

TUGAS UNTUK HARI KAMIS 26 AGUSTUS 2021 

KERJAKAN DI BUKU TULISMU,  HASIL PEKERJAANMU DIFOTO, KIRIMKAN KE PAK GURU LEWAT JAPRI !

SOAL TIDAK USAH DITULIS HANYA JAWABANNYA SAJA.


1. Apa arti peribahasa "Bersatu kita teguh bercerai kita Runtuh" ?

2. Coba jelaskan pengertian dari "Bhinneka Tunggal Ika" !

3. Sebutkan 3 perilaku yang mencerminkan perwujudan persatuan dan kesatuan di lingkungan keluarga !

4. Sebutkan 3 perilaku yang mencerminkan perwujudan persatuan dan kesatuan di lingkungan sekolah !

5. Sebutkan 3 perilaku yang mencerminkan perwujudan persatuan dan kesatuan di lingkungan masyarakat !

Senin, 23 Agustus 2021

ULANGAN HARIAN MATEMATIKA : MENYELESAIKAN MASALAH BILANGAN BULAT

Karangsentul 23 Agustus 2021
Oleh : Bpk Sugiyanto, S.Pd.SD

SEBELUM MENGERJAKAN PENILAIAN HARIAN MATEMATIKA, PAK GURU INGATKAN KEMBALI MATERINYA. 

SILAHKAN PERHATIKAN MATERI DAN CONTOH SOAL DI BAWAH INI !


Sebelumnya, perhatikan sebuah persoalan yang memuat masalah operasi hitung campuran. Ada beberapa ketentuan yang harus dipahami sebelum melakukan operasi hitung campuran, diantaranya adalah sebagai berikut.

Pertama
Apabila dalam operasi hitung campuran bilangan bulat terdapat tanda kurung, maka pengerjaan yang berada dalam tanda kurung harus dikerjakan terlebih dahulu.

Kedua
Apabila tidak terdapat tanda kurung pada operasi campuran bilangan bulat, pengerjaannya berdasarkan sifat-sifat operasi hitung.
  1. Operasi perkalian dan pembagian lebih kuat dibandingkan dengan penjumlahan dan pengurangan sehingga perkalian dan pembagian dikerjakan terlebih dahulu.
  2. Operasi penjumlahan (+) dan pengurangan (–) sama kuat. Artinya operasi yang terletak di sebelah kiri dikerjakan terlebih dahulu.
  3. Operasi perkalian (x) dan pembagian (:) sama kuat, artinya operasi yang terletak di sebelah kiri dikerjakan terlebih dahulu.

Contoh 1

Sebuah pesawat tempur berada pada ketinggian 650 kaki di atas permukaan tanah. Pada saat cuaca mendung, pilot segera menurunkan pesawat tempur pada ketinggian 2 kaki setiap menitnya. Selama 3 menit cuaca membaik. Kemudian, pesawat kembali dinaikkan pada ketinggian 8 kaki. Hitunglah ketinggian pesawat saat ini!

Perhatikan contoh penyelesaian berikut ini
Diketahui :
Ketinggian pesawat 650 kaki
Pesawat turun 2 kaki x 3 menit = 6 kaki
Pesawat naik kembali 8 kaki

Ditanyakan : Ketinggian pesawat saat ini
Jawab :
= 650 – ( 2 x 3 ) + 8
= 650 – 6 + 8
= 644 + 8
= 652 kaki
Jadi, ketinggian pesawat terbang 652 kaki di atas permukaan tanah.

Contoh 2 :

1. Suhu udara kota Surabaya saat malam hari 25°C. Pada siang hari suhu kota Surabaya mencapai 37°C. Berapa °C selisih suhu udara kota Surabaya pada siang dan malam hari?
Diketahui :
Suhu malam hari 25°C
Suhu siang hari 37°C

Ditanyakan : Selisih suhu siang dan malam hari
Jawab :
= 37˚C – 25˚C 
= 12˚C
Jadi selisih suhu kota Surabaya pada siang dan malam hari adalah  12˚C

********************************-------------------------------******************************

PENILAIAN HARIAN

MATA PELAJARAN            : MATEMATIKA
KELAS / SEMESTER          : VI / 1
MATERI                                 : MENYELESAIKAN MASALAH BILANGAN BULAT
TEMPAT                                : HOME LEARNING


Kerjakan soal di bawah ini dengan menggunakan caranya !
Soal tidak usah ditulis.


1. Suhu daging yang didinginkan di dalam lemari pendingin –2˚C. Suhu daging setelah dikeluarkan dari lemari pendingin 16˚C. Berapakah perbedaan suhu daging sebelum dan sesudah dikeluarkan dari lemari pendingin?


2. Guru Dayu memiliki 144 batang bolpoin. Kemudian, ia membeli lagi 3 pak batang bolpoin. Setiap 1 pak batang bolpoin berisi 12 batang bolpoin. Seluruh bolpoin akan dibagikan kepada 36 siswanya. Setiap siswa mendapatkan bagian sama banyak. Berapa batang bolpoin yang diterima oleh masing-masing siswa?

3.  Seorang petani mendapatkan 5 karung beras dari hasil panennya. Berat masing-masing karung 60 kg. Petani tersebut menjual beras hasil panen 90 kg dan memberikan sebagian beras kepada buruhnya. Ada 3 buruh yang membantu dan masing-masing mendapatkan 5 kg. Berapakah beras petani sekarang?

4. Seekor tupai hinggap pada sebatang pohon dalam keadaan licin dan basah dengan ketinggian 20 meter. Sehingga tupai tersebut tergelincir sejauh 2 meter setiap menitnya. . Berapa meter ketinggian tupai setelah 5 menit?

5. Ali membeli 36 bola dengan harga Rp21.000,00 per buah dan bola yang lain sebanyak 32 buah dengan harga masing-masing Rp42.000,00 per buah. Berapakah uang yang harus dibayar Ali untuk bola-bola tersebut?








Jumat, 20 Agustus 2021

Materi kelas 6 Tema 2 Subtema 1 Pembelajaran 3

Jumat, 20 Agustus
Oleh : Bpk Sugiyanto, S.Pd.SD


Ini adalah lanjutan materi Pada pembelajaran 3 tema 2 kelas 6 subtema 1 Rukun dalam Perbedaan ini terdiri dari 2 mupel, antara lain: Bahasa Indonesia dan IPA. Untuk tujuan pembelajaran pada pembelajaran 3 ini, antara lain:

1. Siswa mampu menyebutkan informasi dengan menggunakan aspek apa, dimana, kapan, bagaimana dan mengapa.

2. Siswa mampu menyebutkan cara tumbuhan adaptasi dan melindungi diri.

Muatan IPA Tema 2 Subtema 1


Adaptasi adalah kemampuan makhluk hidup menyesuaikan dari lingkungannya.

Dan berikut ini contoh habitat dan adaptasi beberapa tumbuhan:
1. Enceng gondok : hidup di perairan, dengan ciri ciri memiliki batang yang menggembung berguna untuk membantu mengapung, akar yang lebat berguna untuk keseimbangan agar tidak terbalik saat tertiup angin.

2. Putri malu : akan menutup daunnya jika disentuh atau terkena tiupan atau dipanaskan. Memiliki batang yang berduri berguna untuk melindungi diri dari musuhnya.

3. Kaktus : biasanya hidup di daerah yang kering atau kekurangan air. Kaktus memiliki daun berbentuk duri berguna untuk mengurangi penguapan. Batang berlapis lilin berguna untuk menyimpan cadangan air. Dan akar yang panjang berguna untuk mencari air di dalam tanah.

4. Kantong semar : mempunyai cairan berbau khas yang berguna menarik perhatian serangga. Selain itu kantong semar juga memiliki kantong yang licin berisi air sehingga serangga bisa tergelincir ke dalam kantong tersebut. Setelah itu serangga dimangsa atau dicernanya untuk memenuhi kebutuhan nitrogen.

5. Tumbuhan teratai,

  • Hidup di air atau habitatnya di air.
  • Tanaman teratai sering disebut juga tanaman hidrofit.
  • Cara adaptasinya : memiliki daun yang lebar dan tipis berguna untuk mempercepat penguapan. Batang yang berongga berguna untuk menyimpan oksigen dan untuk bernapas.

6. Kaktus,

  • Habitatnya di tanah yang kering atau kekurangan air.
  • Tanaman kaktus tergolong jenis tanaman xerofit.
  • Cara adaptasinya: mempunyai daun seperti duri berguna untuk mengurangi penguapan. Batang berlapis lilin berguna untuk menyimpan air. Dan akar yang panjang berguna untuk mencari air.

7. Pohon Jati,

  • Cara adaptasi : meranggas atau menggugurkan daunnya di musim kemarau. Tujuannya untuk mengurangi penguapan.

8. Pohon Cemara,

  • Cara adaptasi : memiliki daun seperti jarum yang berguna untuk mengurangi penguapan.

9. Padi dan jagung,

  • Cara adaptasinya : menggulungkan daunnya di musim kemarau atau panas, berguna untuk mengurangi penguapan.

10. Tanaman Bakau,

  • Cara adaptasinya: melakukan penyaringan garam yang berada di air. Kemudian garam yang terserap akan dikeluarkan melalui batang.

11. Tanaman pakis,

  • Beradaptasi dengan lingkungan yang lembab, dengan cara menggulungkan daunnya.

12. Kangkung,

  • Cara adaptasi: memiliki batang yang berongga dan daun berada di atas permukaan air.

Cara Tumbuhan Melindungi diri

Dan berikut ini beberapa cara tumbuhan melindungi diri :

  • Dengan memiliki duri, antara lain: mawar, bougenvile, putri malu dan kaktus.
  • Dengan getah, antara lain: nangka, pohon karet dan sawo.
  • Menggunakan rambut atau bulu halus, antara lain: pohon bambu.
  • Memakai racun, antara lain: gadung dan kecubung.
  • Dengan cangkang atau kulit keras : kelapa.
  • Dengan bau menyengat : bunga bangkai.

Muatan Bahasa Indonesia Tema 2 Kelas 6

Kata Tanya :

Apa, contoh:

  • Apa julukan bagi Drs Moh. Hatta?
  • Jawaban: Julukan dari Drs Moh. Hatta adalah Bapak Koperasi Indonesia.

Mengapa, contoh:

  • Mengapa Drs Moh. Hatta mundur dari jabatan wakil presiden?
  • Jawaban: Drs Moh Hatta mundur dari jabatan sebagai wakil presiden karena berselisih dengan Presiden Soekarno.

Siapa, contoh:

  • Siapa tokoh pejuang Indonesia yang dikenal sebagai pejuang, negarawan, ekonom dan juga wakil presiden pertama Indonesia?
  • Jawaban: Moh. Hatta adalah pejuang, negarawan, ekonom dan juga wakil presiden Indonesia yang pertama.

Bagaimana, contoh :

  • Bagaimana peran Moh. Hatta dan Soekarno dalam memerdekakan Indonesia?
  • Jawaban: Moh Hatta memainkan peranan penting untuk memerdekaan bangsa Indonesia dari penjajah sekaligus memproklamirkan kemerdekaan.

Kapan, contoh :

  • Kapan Drs Moh. Hatta mundur dari jabatan wakil presiden?
  • Jawaban: Drs Moh. Hatta mundur dari jabatan wakil presiden pada tahun 1956.

Dimana, contoh :

  • Di mana Drs Moh Hatta dilahirkan?
  • Jawaban: Moh. Hatta lahir di Bukittinggi, Sumatra Barat.

Demikian Materi Tematik kali ini.

TUGAS UNTUK HARI JUMAT 20 AGUSTUS 2021 

KERJAKAN DI BUKU TULISMU, KEMUDIAN HASIL PEKERJAANMU DIFOTO, KIRIMKAN KE PAK GURU LEWAT JAPRI 


1. Apa yang dimaksud dengan adaptasi ?
2. Sebutkan cara beradaptasi dari tumbuhan di bawah ini :
    - Pohon jati
    - Kaktus
    - Teratai
    - Enceng gondok
    - Putri malu
    - Kantong semar
    - Bakau
3. Buatlah satu kalimat dengan kata tanya :
    - Apa
    - Siapa